BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Jumat, 30 April 2010

Ragam Budaya Di Indonesia

Ragam Budaya Di Indonesia


Kita sebagai pemuda Indonesia sering melupakan kebudayaan yang ada di Indonesia, kita malah mencintai dan mencontoh budaya asing, padahal begitu banyak keragaman budaya di Indonesia yang dapat kita kagumi dan kita cintai, misalnya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah.


Kebudayaan Nasional


Kebudayaan Nasional secara mudah dimengerti sebagai kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:

Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.

Disebutkan juga pada pasal selanjutnya bahwa kebudayaan nasional juga mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. Tampaklah bahwa batasan kebudayaan nasional yang dirumuskan oleh pemerintah berorientasi pada pembangunan nasional yang dilandasi oleh semangat Pancasila.

Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional . Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.

Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.

Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional . Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan-kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.


Kebudayaan daerah


Seluruh kebudayaan daerah yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.

Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa , kebudayaan India dan kebudayaan Arab . Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Budha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai , sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.

Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya) . Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.

Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.

Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.


Di Kutip Dari : Google

Rabu, 28 April 2010

Tugas Soft Skill

Tahap Penerapan

Tahap Penerapan adalah kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumver daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sitem yang bekerja. Seperti pada tahap analisa, langkah ini diupayakan untuk membangun kerja sama yang baik dengan pemakai/pegawai

Mendapatkan sumber daya perangkat keras, perangkat lunak dan penyiapan database.
Bila sistem aplikasi (perangkat lunak) yang dibutuhkan merupakan program jadi, maka tinggal disiapakan konversi database dan penyediaan perangkat keras. Penyediaan hardware dapat dilakukan dengan melakukan penawaran kepada pemasok. Bila software yang diperlukan bersifat spesifik sehingga perlu langkah untuk membuat kode program, maka pada langkah ini programmer membuat kode program dengan mengacu kepada spesifikasi dan dokumentasi yang telah dibuat

Menyiapkan fasilitas fisik yang lain.


Yaitu perlengkapan lain yang mungkin diperlukan, misalnya pengatur suhu ruangan, pendeteksi bahaya kebakaran dan pelindung dari kebakaran dsb.

Mendidik peserta dan pemakai

Masuk ke sistem baru (uji coba dan testing).
Proses menghentikan sistem lama untuk beralih ke sistem baru disebut cutover, dan ada 4 pendekatan dasar :

  • Pilot (percontohan).

Mencobakan suatu sistem percobaan yang diterapkan pada satu subset dari keseluruhan operasi

  • Serrentak (Immediate).

langsung beralih dari sistem lama ke sistem baru secara bersamaan (keseluruhan). Ini cukup riskan sehingga cocok untuk perusahaan skala kecil

  • Bartahap (Phased).

Cutover dilakukan pada suatu bagian/subsistem untuk suatu waktu, selanjutnya beralih atau bertambah untuk subsistem yang lain. Ini lebih populer untuk perusahaan skala besar.

  • Paralel.

Dengan tidak meninggalkan sistem yang lama sistem baru mulai dipergunakan untuk duji sampai sistem baru dinyatakan selesai diuji. Pendekatan ini paling aman tetapi juga paling mahal

Tahap Penggunaan
Ini dilakukan bila sistem baru dinyatakan aman untuk dipakai.

Penggunaan sistem.
Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Audit sistem.
Merupakan postimplementation review untuk memastikan kriteria kinerja terpenuhi

Pemeliharaan sistem (Maintenance).

  • Memperbaiki kesalahan, yaitu kesalahan yang tidak ditemukan pada saat testing (tahap penerapan)
  • Menjaga kemutakhiran sistem, yaitu misal pembaharuan rumus-rumus perhitungan yang berubah (pajak sosial misalnya)
  • Meningkatkan system


Pengembangan Didalam Perusahaan

Beberapa perusahaan memiliki informasi yang sangat unik, sehingga hanya bisa dipenuhi melalui perkembangan internal

Partisipasi Dalam Pengembangan Sistem

Propesional system ( Profesional System ) adalah analisis system, desiner system dan pemrograman. Orang-orang ini adalah yang membangun system.

Pengguna Akhir ( End User ) adalah orang-orang yang menggunakan system yang dibangun, ada banyak pengguna di berbagai tingkat perusahaan, termasuk Manager, Staff operasional, akuntan dan auditor internal.

Di Kutip dari : Google

Merakit Komputer Bisa Kok dengan Biaya Super Hemat

Sudah banyak bukti bahwa walaupun harga komputer rakitan lebih murah tetapi kualiitas yang dihasilkan tidak kalah dengan komputer built-up bahkan tidak jarang untuk harga yang sama bisa kita bisa mendapatkan spesifiasi dan kualitas komputer yang lebih baik. Lantas bagaimana cara kita merakit komputer dengan harga yang murah tetapi mendapatkan kualitas komputer yang memuaskan? Seperti halnya hendak membeli komputer baru/bekas maupun untuk melakukan upgrade komputer, kita harus memperhitungkan dengan baik kebutuhan kita lalu kemudian menentukan spesifikasi komponen atau sparepart komputer yang akan kita beli. Tempat dimana kita membeli komputer akan menentukan murah atau mahalnya harga komputer secara keseluruhan. Langkah berikutnya adalah merakit komponen yang telah kita beli menjadi sebuah komputer dengan performance tinggi.

1. Spesifikasi komputer

Jika anda ingin yang murah, tentunya tentukan spesifikasi komputer yang minimum / minimal. Tetapi jika anda ingin komputer murah dengan kemampuan lumayan, maka tentukan spesifikasi komputer yang optimal. spesifikasi komputer optimal berarti anda dapat bekerja lebih baik dengan harga komputer sedikit di atas minimal. Umumnya kinerja komputer dapat anda tingkatkan dengan menambah memori / RAM atau mnggunakan harddisk yang lebih cepat bacanya. Sedangkan penghematan untuk processor, jangan menggunakan Intel Pentium (Core Duo, dsb), sebagai gantinya anda bisa menggunakan Celeron ataupun buatan AMD.

2. Onboard

Pilih motherboard yang mendukung / tersedia VGA, soundcard, network interface card, dan card lainnya yang tersedia secara onboard. Dengan demikian biaya total akan lebih murah.

3. Shared Memory

jika anda seorang desanr grafis atau pemain game dan anda butuh memori VGA yang lebih banyak,maka anda harus memilih motherboard dan vga yang mendukung untuk melakukan shard memory untuk VGA card.

4. Komponen bekas / sparepart second

dengan menggunakan koponen / sparepart komputer second maka harga komputer dapat ditekan. Sangat banyak barang bekas yang kualitasnya masih bagus dan bahkan seperti masih asli. Penggunaan yang paling sering adalah menggunaan monitor bekas. sebab perbedaan monitor baru dan bekas cukup signifikan. Walaupun demikian, hati-hati dalam memilih, pilihlah sparepart / komponen yang masih bagus dan memberikan layanan garansi.

5. Membeli dari satu toko komputer

Kadang untuk harga komponen komputer yang murah kita harus mendapatkannya dari beberapa toko komputer. Tapi jika kita pada saat ingin membeli beberapa sparepart dan semua toko yang kita datangi harganya ternyata sama, coba untuk membeli beberapa sparepart tersebut pada satu toko dan mencoba untuk minta discount. Jika dikasih syukur, tidak dikasih juga tidak apa-apa. Toh harganya juga sama dengan toko komputer lain.

aimyaya.com

Senin, 29 Maret 2010

Struktur Metodologi SDLC dalam pengembangan sistem informasi Web

Struktur Metodologi SDLC dalam pengembangan sistem informasi Web

Usulan Perkembangan Metodologi SDLC Untuk Sistem Informasi Web

Tahap Planning


Dalam tahap ini sama dengan tahap SDLC yaitu terdapat tahapan :
Feasibility yaitu keberadaan dari legalitas, organisasi, teknik, dan ekonomi

Sistem

Investigasi berupa wawancara, observasi, quesioner. Dalam tahapan ini jika tahap feasibility hasilnya baik, maka ke tahap investigasi dalam tahap ini, client diberikan sebuah form yang nantinya

Tahap Analisa.
Pada tahap ini dibagi menjadi beberapa langkah:
Analisa Teknologi , teknologi yang digunakan, pemilihan desain Web, desain grafis.
Analisa Informasi, mengenai informasi static dan informasi dinamis yang digunakan
Analisa User, Kategori user yang digunakan dalam sistem informasi Web.
Analisa Biaya dan Resiko

Dalam tahap analisa menggunakan metoda prototype yang akan dilakukan iterasi oleh user, dan penggunaan dokumen disetiap iterasi untuk memudahkan dalam pengembangan kemajuan yang telah dilakukan oleh user. Prototype [6] adalah proses membangun sebuah sistem dalam sebuah model. Dalam pengertian sistem informasi prototype digunakan untuk membantu sistem desain yang akan dibangun sistem informasi secara intitusi dan mudah diubah untuk end user, prototype merupakan bagian dari proses iterative phase membuka halaman yang ingin ditampilkan. Hal ini berkaitan dengan bandwidth yang dimiliki oleh user. Umumnya user akan meninggalkan Web tersebut jika membutuhkan instalasi dan download untuk membuka sebuah situs.

Tahap Desain
Pada tahap desain dapat dibagi menjadi 2 hal yaitu :
Tahap Desain Informasi
Tahap Desain Grafik Jika sistem informasi Web menggunakan database maka dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu :
•Model Development
•Desain Database


1.Tahap Desain Informasi

Tahap informasi, seperti desain dari set hyperlink-link halaman Web. Atau juga struktur desain dari database dan proses dari data. Dalam tahap ini dihasilkan dalam bentuk diagram yang menggambarkan informasi dalam bentuk hierarki.

2.Tahap Desain Grafis


Dalam tahap Desain grafik diperlukan kesesuaian dari :
Warna
Layout ( tampilan )
Gambar dan graphic
Semuanya menjadi kesatuan agar terlihat menarik. Tidak lupa menambahkan logo perusahaan . Dalam tahap desain, dilakukan iterasi dengan user mengenai tampilan desain yang akan dibuat. User akan mengikuti perkembangan project dan permintaan user yang berubah – ubah dapat dihindari ditahap ini.

3.Model Development


Merupakan model yang akan digunakan sebagai arsiteketur sistem. Model ini menggambarkan relationship (hubungan) dari sistem keseluruhan, antara semua fungsi dalam module yang terpisah, perubahan atau perpindahan data dari module dalam sistem.

4.Desain Database


•Diskon harga
•Update informasi tentang produk yang dijual. Terdaftar dalam search engine.
Metoda yang praktis dan cepat untuk mengenalkan situs. Dapat melalui Google, Yahoo atau MSN dapat juga mengikuti mailing list, link dalam Website lain .


Tahap Implementasi


Dalam tahap terakhir ini menjadi beberapa langkah yaitu :
Desain Review
Pemilihan Sumber daya Hardware, Software
Penulisan Program dan Instalasi
Pengujian Web dan Dokumen Web
Update Informasi atau update teknologi ( Maintenance )

Studi Kasus
Dalam kasus ini mengambil studi kasus perusahaan handphone yang ingin meluaskan pangsa pasarnya, dengan cara pembelian HP dilakukan dengan online atau lewat internet. Dalam merancang sistem ini maka akan dilakukan metodologi yang telah diusulkan dalam sistem informasi web.


Dalam metodologi ini terdapat beberapa tahapan:
1. Planning


2. Analisa


· Analisa Teknologi
· Analisa Informasi
· Analisa User
· Analisa Biaya dan Resiko


3. Desain


· Desain Informasi
· Desain Grafik
· Database Application
· Model Development


3.1 Planning


Diasumsikan feasibility dalam perusahaan tersebut lengkap, seperti keabsahan dari perusahaan dari segi hukum, kemajuan perusahaan tersebut dari segi ekonomi, struktur organisasi yang ada, visi dan misi perusahaan. Setelah hal tersebut dipenuhi maka masuk ke tahap selanjutnya yaitu sistem investigasi
Dalam sistem investigasi, dapat berupa wawancara, kuosiener atau observation. Dalam tahap ini hal yang pertama dilakukan adalah memberikan form ke user yang digunakan untuk mengetahui permintaan user. Diasumsikan user telah mengisi form tersebut


3.2 Analisa User


Dalam tahap ini mengidentifikasi kategori user yang akan melihat sistem yang akan dibuat. Hasil akhirnya adalah menambah user yang online dalam situs yang dibuat.untuk semua kategori user. Dalam tahap analisa ini dikategorikan user:
- User yang tidak memahami teknologi web dapat menjelajah isi web yang ada tanpa ada kesulitan
- User yang sudah paham dalamteknologi web akan selalumengunjungi situs, untuk mengetahui informasi dalam web tersebut.
- Semua user akan mudah melakukan pencarian dalamproduk yang dicari.


3.3 Database Desain


Merupakan tahap dalam memodelkan desain database atau desain table, hubungan antara table, atau pula normalisasi table.


DI KUTIP DI GOOGLE